Mendalami Pengelolaan Hutang Piutang dalam Ajaran Islam

Hutang piutang adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat Muslim. Islam memberikan panduan yang jelas mengenai cara menghadapi hutang dan piutang dengan adil dan bijaksana. Berikut prinsip-prinsip dasar yang diatur dalam Al-Quran dan Hadis mengenai hutang piutang dalam Islam.

Al-Quran menyediakan arahan yang tegas mengenai bagaimana harus berhubungan dalam masalah hutang piutang.

1. Menepati Perjanjian

Foto : Qoala.app

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad (perjanjian) itu.” (QS. al-Maidah, 5: 1).

Orang yang berhutang banyak dibahas juga pada berbagai hadis, sebab abai terhadap hutang akan merugikan diri sendiri maupun orang lain. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda:

Celakalah orang yang memberatkan (mengenakan hutang) dan tidak mampu membayar (hutangnya).” (HR. Bukhari)

2. Berlaku Adil

Foto : Shutterstock

Berhutang maupun membayar hutang bagaimanapun akan terkait dengan orang lain yang mempunyai keperluan. Baiknya, sebelum berhutang kita telah meniatkan dalam hati untuk segera melunasinya. Karena apabila tidak, akan menghambat kepada kehidupan orang lain. Sebagaimana penjelasan dalam Al-qur’an:

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil” (QS. al-Hujurat, 49: 9).

3. Bijaksana dalam Berhutang

Foto : Shutterstock

“Dan jika orang yang berhutang itu dalam kesempitan, maka berilah tangguh sampai dia berada dalam keadaan mudah. Dan jika kamu menghadiahkan hutang itu kepada mereka, maka itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah, 2:280)

Meskipun ayat hutang piutang sangat tegas, Islam juga memberikan solusi jika seseorang menghadapi kesulitan dalam membayar hutangnya.

  • Berikhtiar lebih giat: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu” (QS al-Mukmin: 60). “Apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya” (QS Ali Imran: 159)
  • Sedekah sebagai Penyelesaian Hutang: Dari Umar bin Khattab, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah akan meninggikan derajat seorang hamba pada hari kiamat, karena menunda tanggungan hutangnya yang susah atau menghapusnya.” (HR. Ahmad)

Orang yang telah berhasil membayar hutangnya akan mendapatkan pahala seperti berjihad di jalan Allah

Dari Ibnu Umar, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tidaklah seseorang itu tidur dalam keadaan bahwa ada hutang yang mengharuskannya membayar, melainkan dianggap seperti berjihad pada jalan Allah hingga lunas hutangnya.” (HR. Bukhari)

Hutang piutang merupakan kewajiban yang diatur dengan tegas dalam Al-Quran dan contoh teladan dari Nabi Muhammad SAW melalui Hadist. Adil, jujur, dan bijaksana dalam menghadapi hutang piutang adalah nilai-nilai yang ditekankan dalam ajaran Islam. Semoga kita semua dapat lebih adil dan bijak dalam mengelola hutang-piutang. Aamiin

Artikel terbaru

Spaghetti Bolognese

Kelezatan Pasta dengan Saus Klasik Apa itu Spaghetti Bolognese? Spaghetti Bolognese adalah hidangan pasta klasik yang populer di seluruh dunia. Salah satu saus yang enak

Read More »

Lezatnya Es Krim Goreng

Garing di Luar, Lembut di Dalam Es Krim Goreng adalah variasi unik dari es krim yang populer di berbagai negara, termasuk Indonesia. Proses penggorengan memberikan

Read More »